Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

Contoh Program PHP









Contoh Program PHP 1:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> ContohPenulisanKarakter</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?php
 $bahasa= "PHP";
 print("\"SelamatBelajarPHP\"<BR>\n");
 print("\$bahasa= $bahasa");
?>
</BODY>
</HTML>


Maka jika program dijalankan web browser akan menampilkan :

 
   "Selamat Belajar PHP"   
   $bahasa=PHP

-----------------------------------------------------------
Contoh Program PHP 2:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> ContohPenaikanIsivariabel</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?php
$gaji= 2000000;
printf("Gajisemula= %d <BR>\n", $gaji);
$gaji= 1.5 * $gaji;
printf("Gajisekarang=%d <BR>\n", $gaji);
?>
</BODY>
</HTML>

Maka jika program dijalankan web browser akan menampilkan :


  Gaji semula = 2000000    
  Gaji sekarang = 3000000

Operator PHP









Operator PHP

Operator digunakan untuk melakukan suatu operasi. Secara umum, operasi pada PHP dapat dikelompokkan pada 6 jenis , yaitu :

A. Operator Aritmetika
Operator ini berhubungan dengan operasi aritmatik.

  Operator      Penggunaan      Contoh  
+ Penjumlahan $a + $b
- Pengurangan $a - $b
* Perkalian $a * $b
/ Pembagian $a / $b
% Modulus $a % $b

Modulus merupakan operasi sisa bagi.
Contoh Modulus:
10 % 2 = 0 ( 10 dibagi 2 sisanya 0 )
11 % 2 = 1 ( 11 dibagi 2 sisanya 1 )


-------------------------------------------------------------
B. Operator Assignment

Operator ini digunakan untuk memberikan/mendefinisikan nilai ke sebuah variable.


    Operator              Analogi             Contoh     
= $a = $a $a = 3
+= $a = $a + 1 $a += 1
-= $a = $a - 1 $a -= 1
*= $a = $a * 1 $a *= 2
/= $a = $a / 1 $a /= 2


-------------------------------------------------------------
C. Operator Bitwise
Operator ini digunakan untuk operasi-operasi bilangan biner.



    Operator              Keterangan                 Contoh          
& And 11 & 13 = 9
| OR 11 | 13 = 15
^ Xor 11 ^ 13 = 6
~ Not ~11 = 12
<< Shift Left 11 << 2 = 2
>> Shift Right 11 >> 2 = 44

---------------------------------------------------------------------


D. Operator Perbandingan
Operator ini digunakan untuk melakukan suatu operasi perbandingan dan biasanya diletakkan di struktur kontrol program seperti if, elseif.



    Operator              Keterangan                 Contoh          
== Sama Dengan $a == $b
=== Identik / Sama dengan
dan sama tipe
$a === $b
!= Tidak sama dengan $a != $b
< Lebih kecil dari $a < $b
> Lebih besar dari $a > $b
<= Lebih kecil dari atau sama
dengan
$a <= $b
>= Lebih besar dari atau sama
dengan
$a >= $b
Hasil dari suatu perbandingan selalu antara nilai true atau false saja. True jika perbandingannya benar dan sebaliknya akan bernilai salah.

------------------------------------------------------------------------------

E. Operator Logika
Operator ini digunakan untuk melakukan suatu operasi logika.


    Operator              Keterangan                   Contoh            
And And   ($a > $b) and ($a < $c)  
OR OR ($a > $b) or ($a < $c)
Xor Xor ($a = 2) xor ($a = 3)
! Not !($a >= $b)

-------------------------------------------------------------------------------

F. Operator Increment dan Decrement
Operator ini diadopsi dari bahasa C++. Digunakan untuk menambahkan atau mengurangi nilai suatu variable dengan 1.


    Operator              Keterangan                   Contoh            
++$a Pre-increment   $a = ++$b  
--$a Pre-decrement $a = --$b
$a++ Post-Increment $a = $b++
$a-- Post-decrement $a = $b--

Maksud pre adalah nilai dari suatu variable ditambahkan/dikurangi dulu dengan satu baru operasi lainnya dijalankan. Sedangkan post adalah operasi dilaksanakan dulu, kemudian setelah semua operasi selesai baru nilai dari variable itu ditambahkan/dikurangi dengan satu.

Contoh :
$b = 10 ;
$a = ++$b ; // $a = 11 dan $b = 11
$a = --$b ; // $a = 10 dan $b = 10
$a = $b++ ; // $a = 10 dan $b = 11
$a = $b-- ; // $a = 11 dan $b=10
$a = $b-- + 3 ; // $a=13 dan $b=9
$a = $b++ + ++$b ; // $a= 20 dan $b = 11

--------------------------------------------------------------



G. Hirarki Operator

Aturan ini digunakan untuk menentukan urutan atau level dari operator , dimana operator dengan level lebih tinggi akan dikerjakan lebih dahulu.

Operator Associativity
New Non-associative
[ Right
! ~ ++ -- (int) (double)(string)(array)(object) @ Right
* / Left
+ - . Left
<< >> Left
< <= > >=   Non-associative  
== != === Non-associative
& Left
^ Left
| Left
&& Left
|| Left
?: Left
= += -= *= /= .= %= &= |=^= ~= <<= >>= Left

Semoga bermanfaat.

Konstanta PHP


Konstanta

Konstanta mirip dengan variable. Bedanya nilai konstanta tidak pernah berubah sejak dideklarasikan. Untuk mendeklarasikan konstanta digunakan fungsi define().



Sintak :
    define("nama_konstanta",nilai);

Contoh Program PHP dengan Konstanta :

<?php
 define("phi",3.14) ;
 $r = 5;
 $luas = phi * $r * $r ;
 echo "Luas = $luas" ;
?>

Variabel PHP

 Pengertian Variabel PHP:
Variable merupakan penampung sebuah data dan memiliki sifat datanya dapat berubah-ubah. Pada PHP semua variable dituliskan dengan tanda $ di belakang nama variable. Aturan penamaan variable sama dengan aturan penulisan variable pada bahasa lainnya yaitu :


1. Diawali dengan tanda $. Sebenarnya tanda $ sendiri tidak termasuk nama dari variabel ini, tetapi hanya sekedar memberitahukan bahwa apa yang anda tulis adalah variabel. Jadi "$ini" adalah variabel, dan "ini" bukan variabel.
2. Setelah tanda $, variabel harus diawali dengan huruf. Tidak boleh memulai variabel dengan angka, atau tanda baca lainnya. Sebagai contoh "$3tidakvalid" bukanlah penamaan variabel yang dibenarkan.
3. Nama variabel hanya terdiri dari huruf, angka dan tanda garis bawah (_). Jadi nama seperti "$boleh_dong" dibenarkan, dan nama seperti "$apa_liat-liat" tidak dibenarkan.
4. Tidak dibenarkan memberikan nama variabel dengan sesuatu (perintah, dll) yang sudah ada dan memiliki fungsi tertentu. Misalnya anda tidak dibenarkan menamakan variabel anda dengan "$print".
5. Penamaan variabel pada PHP case sensitive, artinya huruf besar dibedakan dengan huruf kecil. Contohnya variabel "$ini" tidak sama dengan variabel "$iNi".

Kesimpulannya:
- Variabel digunakan untuk menyimpan nilai-nilai, seperti string teks, angka atau array.
- Ketika sebuah variabel dideklarasikan, dapat digunakan berulang-ulang di script Anda.
- Semua variabel dalam PHP dimulai dengan simbol $ tanda.

   $var_name = value;

Contoh Penamaan Variabel PHP :
//penamaan berikut benar
$nama = "Abdillah";
$test123 = "Test";
$_TEST = "Test";
$Test123 = "Test";

//penamaan yang salah
$1Huruf = "B"; //diawali dengan angka
$sw3ar-it = "Again"; //menggunakan karakter "-"
$Tom&Jerry = "Kucing"; // menggunakan karakter "&"

Yang perlu diingat deklarasi tipe variable biasanya tidak ditentukan oleh programmer.
PHP akan secara otomatis mengubah atau memberi tipe data berdasarkan kontek penggunaannya.

Contoh :
$nama = "Ini tipe String" ; //deklarasi tipe string;
$numeric = 123 ; //deklarasi integer
$numeric = 456.123 ; //Sekarang $numeric bertipe float
$bollean = true ; // deklarasi tipe Boolean


Scope variable
Scope suatu variable adalah di bagian mana dari program variable itu berlaku atau dinyatakan. Penting bagi kita untuk mengetahui scope dari sebuah variable. Variable yang dinyatakan di dalam fungsi memiliki scope lokal saja artinya variable itu hanya dikenali atau digunakan di dalam fungsi itu saja. 



Contoh Program PHP dengan Variabel Local:
 
<?php
 $A = 123 ; // variable global
 function Test() {
 $A = "Test"; // variable local
 echo "Nilai A dalam fungsi = $A \n";
  }
 Test();
 echo "Nilai A luar fungsi = $A \n";
?>

Jika dijalankan maka akan tercetak :
Nilai A dalam fungsi = "Test"
Nilai A luar fungsi = 123
 

Untuk menyatakan suatu variable global dari dalam fungsi dapat digunakan kata kunci global. 
Contoh PHP dengan Variabel Global:

<?php
 $A = 123 ; // variable global
 function Test() {
 global $A ; // variable local
 echo "Nilai A dalam fungsi = $A \n";

  }
 Test();
 echo "Nilai A luar fungsi = $A \n";
?>

Jika dijalankan maka akan tercetak :
Nilai A dalam fungsi = 123
Nilai A luar fungsi = 123



-----------------------------------------------
Catatan PHP memiliki variable-variable yang telah didefinisikan sebelumnya, variable ini digunakan untuk memberikan informasi tentang server , client dan lainlain. Contoh :

1. $DOCUMENT_ROOT : berisi nama direktori root pada server.
2. $SERVER_NAME : berisi nama dari server host di mana script dieksekusi.
   Nilainya bisa berupa nama virtual host.
3. $HTTP_USER_AGENT : Berisi informasi tentang client seperti jenis browser dan Sistem Operasinya.

Untuk lebih detailnya, nama-nama variable yang ada dapat anda menggunakan fungsi phpinfo(). Coba anda buat file info.php berikut :
  <?php
   phpinfo();
  ?>


Kemudian buka di browser. PHP akan menampilkan semua informasi tentang variable yang ada beserta nilainya.
Catatan Jangan memberi akses kepada orang lain untuk menjalankan script tadi.
Karena informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengetahui spesifikasi server kita. Jelas hal ini tidak aman karena ada kemungkinan user tersebut dapat masuk ke system kita berdasarkan informasi yang ia baca.


Semoga bermanfaat. 

Sintaks dasar PHP

Sintaks dasar PHP









Sebuah script PHP selalu dimulai dengan blok. <?php  dan diakhiri dengan ?>
<?php
?>
Ada empat macam cara penulisan kode PHP, yaitu :
1. <? echo ("ini adalah script PHP\n"); ?>
2. <?php echo("ini juga\n"); ?>
3. <script language="php">
   echo ("tulis pake ini jika html editor Anda tidak mengenali PHP");
   </script>
4. <% echo ("kalau yang ini mirip dengan ASP"); %>

Anda bisa memilih salah satu dari empat cara tersebut. Tapi yang paling sering digunakan adalah cara pertama dan kedua. Perhatikan bahwa tiap akhir baris harus selalu diberi tanda titik koma (;).

Seperti pada bahasa pemrograman lain Anda pun bisa meletakkan baris komentar pada program Anda. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut di sebelah kanan tanda // jika komentar satu baris dan di antara /* dan */ jika komentarnya lebih dari satu baris.

<? echo ("latihan PHP"; //ini adalah contoh komentar satu baris
/* kalau yang ini adalah komentar
   lebih dari satu baris */
   echo ("memang mudah");
?>

Cara Install PHP di Windows

Persiapan dan Cara Instal PHP

PHP Installation
Untuk dapat menjalankan PHP Anda membutuhkan sebuah web server. Anda yang pake Linux dapat menggunakan Apache (www.apache.org) sebagai web servernya. Anda pemakai Windows 98 paling enak menggunakan Personal Web Server (sama2 produk Microsot, keuntungannya bisa sekalian buat belajar ASP). Web server Xitami (www.imatix.com) dapat digunakan apabila Anda menggunakan Windows NT.
Sedangkan PHP-nya sendiri dapat Anda download dari www.php.net. Perhatikan bahwa PHP yang Anda download sesuai dengan sistem operasi komputer Anda (Linux atau Windows).

Download PHP
Silahkan Download PHP Gratis disini : http://www.php.net/downloads.php

Download MySQL Database
Silahkan Download MySQL Gratis disini : http://www.mysql.com/downloads/

Download Apache Server
Silahkan Download Apache Gratis disini : http://httpd.apache.org/download.cgi

Install PHP pada Windows 98
1. Setelah Anda mendapatkan PHP dalam bentuk file zip, segera ekstrak dengan menggunakan WinZip atau pun WinRar.
2. Ganti nama file php.ini-dist menjadi php.ini.
3. Copy semua file tersebut (totalnya ada 10 file) ke directory Windows Anda (biasanya C:\Windows).

Langkah selanjutnya adalah mengganti setting pada registry Windows.

1. Dari menu Start, pilih Run.
2. Ketikkan regedit, klik OK.
3. Buka cabang HKEY_CLASSES_ROOT.
4. Buat key baru dengan cara klik kanan pada HKEY_CLASSES_ROOT, pilih New - Key.
5. Beri nama key tersebut dengan .php3.
6. Pada panel sebelah kanan klik 2x pada [Default] dan isi dengan php3file.
7. Buat key baru lagi pada HKEY_CLASSES_ROOT.
8. Beri nama key baru tersebut dengan php3file.
9. Pada php3file, buat key baru dengan nama Shell.
10. Pada php3file\Shell, buat key baru dengan nama Open.
11. Pada php3file\Shell\Open, buat key baru dengan nama Command.
12. Pada panel sebelah kanan klik2x pada [Default] dan isi dengan
C:\Windows\php.exe.
13. Buka key HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\W3SVC\Parameters\Script Map.
14. Pada panel sebelah kanan buat string value baru dengan cara klik kanan (pada panel sebelah kanan), pilih New - String Value.
15. Beri nama dengan .php3.
16. Klik 2x pada .php3 tersebut.
17. Isi dengan C:\Windows\Php.exe.

Untuk mengecek apakah PHP Anda sudah terinstall dengan baik, tulis kode berikut ini dan simpan dengan nama test.php3.

<?
phpinfo()
?>

Jika PHP sudah terinstall dengan baik maka saat file tersebut dibaca dari browser akan terlihat informasi mengenai PHP.


Menginstall PHP Triad

Selama ini Anda mungkin hanya mengenal Personal Web Server (PWS) sebagai web server untuk menjalankan PHP pada sistem operasi Windows 9x. Padahal selain PWS Anda juga bisa menggunakan Apache sebagai web servernya. Untuk menginstall Apache for Windows Anda dapat menggunakan PHP Triad yang merupakan "kumpulan" dari berbagai software yaitu:
1. PHP - 4.0.5
2. MySQL - 3.23.32 (database server)
3. Apache - 1.3.14 (web server)
4. PHPMyAdmin - 2.1.0 (untuk administrasi database)
5. Perl - nsPerl 5.005_03

Jadi dengan menginstall PHP Triad Anda dapat menggunakannya untuk belajar PHP, Perl dan database MySQL. Untuk menginstall PHP Triad caranya adalah sebagai berikut:


1. Download PHP Triad di http://www.phpgeek.com
2. Untuk memulai proses install, klik 2x pada file yang baru Anda download tersebut dan tunggu sampai proses install selesai. 



3. Untuk menjalankan Apache, klik Start - Programs - PHP Triad - Start Apache.

Untuk menjalankan MySQL, klik Start - Programs - PHP Triad - Start MySQL.

4. Untuk mengecek Apache, klik shortcut Launch Site. Jika pada browser muncul tulisan "Welcome to PHPTriad for Windows ... " maka proses install yang Anda lakukan berhasil.
5. Untuk mengecek MySQL, klik Start MySQL dan PHPMyAdmin. Jika Anda melihat tulisan "Welcome to phpMyAdmin..." berarti proses install berhasil.
6. Sampai di sini proses intall telah selesai. Jika sewaktu-waktu Anda ingin mencoba script PHP dan database MySQL Anda harus menjalankan Apache dan MySQL terlebih dahulu.

Tambahan :
Letakkan script PHP Anda di C:\apache\htdocs.

Demikian sekilas cara Instal PHP di Windows 98 dan Install PHP Triad. 
Semoga Bermanfaat.


Pengertian PHP

Apa sih PHP itu ? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak kita saat mendengar kata PHP. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). Dengan PHP ini Anda dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.

Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah. Database tersebut adalah :
  • dBase
  • DBM
  • Filepro
  • MSQL
  • MySQL
  • ODBC
  • Oracle
  • Postgres
  • Sybase
  • Velocis
Selain itu PHP juga mendukung koneksi dengan protokol IMAP, SNMP, NNTP dan POP3.
PENGERTIAN PHP

PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan sebuah bahasa cripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintak mirip dengan bahasaC, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat.

  1. Program php harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun disisipkan diantara kode-kode html sehingga dapa tlangsung ditampilkanbersamadengankode-kode html tersebutb File html yang telah dibubuhi program php harus digant iekstensi-nya menjadi .php3 atau.php.
  2.  PHP pertamakali di buat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C
  3.  Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya.
  4.  Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalamhal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.
  5.  Kekuatan yang paling utama PHP adalah ada konektivitasnya dengan system database di dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah: Oracle, MySQL, Sybase, PostgreSQL, dan lainnya
  6.  PHP dapat berjalan diberbaga system operasi seperti windows 98/NT, UNIX/LINUX, solaris maupun macintosh.
  7.  Keunggulan lainnya dari PHP adalah bahwa PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan seperti protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 dan bahkan HTTP.
Demikian Sekilas mengenai Pengertian dan Pengenalan PHP. Semoga bermanfaat.
Terimakasih.

Contoh PHP

contoh php ++

<html>
<head>
<title>php plus</title>
</head>
<body>

<?php
 print("efek ++ sebagai akhiran :<br>\n");
 $x =77;
 printf("x= $x <br>\n");
 printf(2 + $x++);  print("<br>\n");
 printf("x= $x <br>\n");

 printf("efek ++ sebagai Awalan:<br>\n");
 $x =77;
 printf("x= $x <br>\n");
 printf(2 + ++$x);  print("<br>\n");
 printf("x= $x <br>\n");

 printf("Contoh Operasi dengan -- :<br>\n");
 $x =77;
 printf("x= $x <br>\n");
 $x--;
 printf("x= $x <br>\n");
?>

</body>
</html>

======================================


Bilangan Binier di PHP

<html>
<head>
</head>
<body>
<?php
 $bil1 =10;
 $bil1 =12;

 printf("%d & %d = %d <BR> \n", $bil1, $bil2, $bil1 & $bil2);
 printf("%d | %d = %d <BR> \n", $bil1, $bil2, $bil1 | $bil2);
 printf("%d ^ %d = %d <BR> \n", $bil1, $bil2, $bil1 ^ $bil2);
 printf("%d >> 1 = %d <BR> \n", $bil1, $bil1 >> 1);
 printf("%d >> 2 = %d <BR> \n", $bil1, $bil1 >> 2);
 printf("%d << 1 = %d <BR> \n", $bil1, $bil1 << 1);
 printf("%d << 2 = %d <BR> \n", $bil1, $bil1 << 2);
?>
</body>
</html>
 

Site Info

Followers

Indahnya Berbagi Copyright © 2009 BeMagazine Blogger Template is Designed by Blogger Template
In Collaboration with fifa